Showing posts with label gkr. Show all posts
Showing posts with label gkr. Show all posts
Monday, September 15, 2014
Berbagi Bersama dalam Pesta Rakyat
Kemampuan
menciptakan keharmonisan dalam keaneakaragaman agama,kepercayaan,dan budaya
Indonesia dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika,merupakan hal yang amat
membanggakan bagi bangsa Indonesia.Kebanggaan kehidupan berbangsa dan bernegara
juga terwujud dalam kegiatan yang dilakukan warga Paroki Kristus Raja Karawang
dalam rangka memperingati HUT RI beberapa waktu yang lalu.
Kegiatan
yang diawali dengan pertemuan pengurus FKUB ( Forum Kerukunana Umabt Beragama
)pada tanggal 18 Juli,yang dihadiri oleh pemuka agama
Islam,Hindu,Budha,Kristen,Kong Hu Cu,dan Katolik.Dalam kesempatan ini Bapak H.E.Tajuddin
Noor,ketua FKUB menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan respon yang baik terhadap
kerukunan beragama di Karawang. Sebaiknya tidak hanya melalui kesenian,tetapi bisa
juga kegiatan social,porseni,yang dikedepankan kerukunannya.Diharapkan Karawang
lebih mantap kerukunannya.Demikian pula dengan tanggapan positif yang
dinyatakan oleh Pastor Paroki,Pastor YB Alamsyah,beliau berpesan agar kita fokus,warga
yang terlibat bersatu padu dengan masyarakat Karawang,bersatu padu melalui seni
dalam rangka menyamakan persepsi.
Pelangi
Nusantara merupakan wadah perwujudan dari kerukunan umat beragama di Karawang
dalam bentuk kreativitas seni,sekaligus puncak perayaan HUT RI .Kegiatan yang
diadakan di halaman Gereja Kristus Raja Karawang dimulai dari pukul 19.00 wib.Peristiwa
ini dihadiri oleh Wakil Bupati Karawang,dr Celicca Nurrachadiana,Bupati
Purwakarta,Bp.H.Dedi Mulyadi S.H.,Pemuka agama,umat dan masyarakat sekitar
gereja.
Dalam
kesempatan ini ditampilkan tari kecak, Tarian yang berasal dari Bali,merupakan
sajian dari umat Hindu.Tarian ini dimainkan oleh puluhan laki-laki yang duduk
berbaris melingkar. Pada saat menari, mereka menyerukan kata “cak” dengan irama tertentu seraya mengangkat kedua
lengannya. Para penari itu mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur
melingkari pinggang mereka
Dari
umat Budha mempersembahkan barongsai, dari Gereja HKBP menyajikan tari Tor Tor
,tarian yang biasa dipersembahkan baik dalam keadaan suka maupun duka.Para
penari memakai ulos,dan aneka suguhan kesenian yang lain. Kegiatan yang
menunjukkan eksistensi budaya dari aneka agama yang ada di Karawang.
Umat
dan masyarakay yang hadir melebur dalam kegembiraan bersama,menari bersama.berbagi
kebahagiaan dalam kebersamaan. Proficiat untuk bangsaku.
Mengenal Deuterokanonika
“Dengan membaca Kitab Suci diharapkan hidup kita semakin baik dan
semakin dekat dengan Allah.Namun apabila hidup kita tidak mengalami perubahan ,berarti ada yang salah, “demikian Rm.Albertus
Purnomo OFM dalam Seminar Deuterokanonika yang dilaksanakan di Aula
St.Agustinus,Paroki Kristus Raja Karawang,pada hari Minggu,13 Juli 2014.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Komisi Kerasulan Kitab Suci Bandung
dan Kerasulan Kitab Suci Paroki.Seminar dihadiri oleh Rm.Bayu ( Komisi
Kerasulan Kitab Suci ),Pst.Haris Andjaja,Pst.Domi,umat paroki dan stasi.Seminar
yang seyogyanya diikuti oleh Sie K2S se-Katabapa,hanya dari Purwakarta yang
hadir.
Menurut Bapak Monci, ketua panitia seminar, kegiatan ini
bertujuan,memberi pengetahuan serta pemahaman yang jelas tentang kitab-kitab
Deuterokanonika terutama kepada fasilitator,ketua lingkungan, pengurus
gereja,pelayan sabda, dan semua yang terlibat dalam pelayanan,agar dapat
mewartakannya dengan benar.Dalam kesempatan ini beliau berharap agar setelah
mendengar,mengetahui tentang kitab-kitab Deuterokanonika,umat semakin jelas dan
memahaminya.
“Kitab Suci Deoterokanonika
belum dikenal oleh kebanyakan umat Katolik,padahal Kitab Deuterokanonika yang
berjumlah 10 Kitab itu tidak bedanya dengan kitab-kitab Perjanjian lama yang
lain,yang menjadi sebuah pertanyaan mengapa umat Katolik sendiri tidak banyak
mengenal Kitab Suci tersebut ? Bukankah Kitab Deoterokanonika Kitab yang diakui
dan dikanonkan dalam gereja Katolik sebagai Kitab Suci atau mungkin umat
sendiri kurang meng-Kitab Suci atau kurang banyak membaca.Seminar
Deuterokanonika yang dilaksanakan pada hari Minggu tersebut cukup memberikan
masukan kepada umat yang hadir bahkan banyak umat Katolik sendiri yang baru
mendengar Deuterokanonika sampai Romo Purnomo menangkap bahwa umat Katolik
sendiri masih banyak yang asing dengan Kitab Deuterokanonika,dengan menyatakan
,mengucapkan kata deuterokanonika saja susah,”demikian kesan Bapak Yulius
Susilo,salah satu panitia kegiatan.
Setelah Rm.Purnomo menyampaikan
paparannya tentang Deuterokanonika,dilanjutkan dengan tanya jawab.Kegiatan
diakhiri dengan pembagian doorprize berupa buku-buku yang ditulis oleh
Rm.Albertus Purnomo,antara lain Melacak Jejak surga,Menyingkap Misteri
Neraka,Iblis Dalam alkitab.
Muliakanlah Allah dengan Membangun Bangsa dan Negara
Inilah tema Aksi Puasa Pembangunan kita tahun 2014. Ada ajakan dan seruan dari
pimpinan gereja keuskupan bahwa keterlibatan dalam bidang sosial-politik merupakan bagian integral iman Kristen. Dalam
konteks bangsa Indonesia yang akan melaksanakan pesta demokrasi, memilih para
wakil rakyat dan pimpinan pemerintahan, setiap umat Katolik sebaiknya
menyalurkan hak dan kewajibannya dengan memberikan suara.
Perlu dipahami dengan penuh kesadaran yang mendalam, bahwa
satu suara yang dimiliki oleh setiap orang akan menentukan “nasib” kehidupan
berbangsa dan bernegara untuk lima tahun ke depan. Walau dipihak lain
kehidupan berpolitik tidak hanya
ditunjukkan dalam keikutsertaan kita dalam pemilihan umum. Dalam kehidupan
sehari-hari, kita bisa terlibat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dengan
masuk kedalam dinamika kehidupan masyarakat. Terlibat aktif dalam menjaga
kebersihan dan ketertiban lingkungan, keamanan bahkan mengambil bagian dengan
kepengurusan RT atau Rw serta membina persaudaran dengan hadir dalam
peristiwa-peristiwa yang terjaddi dalam lingkungan masyarakat, entah peristiwa
suka mau pun duka.
Untuk masa yang akan datang, kita harus mempersiapkan
generasi yang akan datang menjadi tokoh-tokoh Kristiani yang mampu memberikan
warna di negara kita ini. kita tidak hanya sekedar tinggal di negara yang besar
ini, melainkan kita harus sungguh merasa memiliki bangsa ini. Gereja
menghormati banyak pria dan waita yang melayani Tuhan melalui komitmen mereka
yang murah hati pada politik dan pemerintah. Salah satu tokoh Gereja yang
memberikan perhatian pada kehidupan bernegara adalah Santo Thomas More, yang
telah dimaklum sebagai Pelindung para Negarawan dan politisi. Dia memberikan
kesaksian dengan kemartirannya pada “keluhuran suara hati manusia yang tak
dapat dibatasi”. Meskipun dihimpit oleh berbagai bentuk tekanan psikologis,
Santo Thomas More menolak untuk
berkompromi, tidak pernah meninggalka “kesetiaan yang konstan pada otoritas dan
lembaga-lembaga yang sah” yang membeda-bedakannya. Ia telah mengajarkan melalui
hidup dan kemartirannya bahwa” manusia tidak dapat dipisahkan dari Tuhan, atau para politisi tak dipisahkan dari moralitas.
Dalam masa pra-paska 2014, kita diajak untuk merenungkan
tanggungjawab kita sebagai warga katolik dan warga negara dengan merenungkan
tema APP” Muliakan Allah dengan Membangun Bangsa dan Negara”.
Sejarah Paroki Kristus Raja Karawang
Tahun 1962 merupakan awal pelayanan bagi umat
Katolik di Karawang.Dimulai dari asrama TNI 324 Telukjambe.Pada tahun 1964 umat
Katolik mulai menggunakan sebuah rumah di asrama sebagai tempat berkumpul
bersama.Tempat ini yang akhirnya di kemudian hari menjadi kapel St.Mikael
Telukjambe.
Setelah
tempat pertemuan berpindah-pindah dari rumah ke rumah,pada tahun 1968 umat Karawang
mulai mendapatkan tempat pertemuan.Sebuah gudang di Babakan Cianjur direnovasi
menjadi gereja.
Sejak
tahun 1969 umat paroki di Karawang mendapat pelayanan rutin dari Pastor
J.Corstjens OSC.Beliau pastor Paroki Subang dan mendapatkan tugas secara tetap
melayani umat di Karawang dan Purwakarta.Atas upaya beliau dan umat pada tahun 1974 Karawang resmi menjadi stasi
dari paroki Subang.Lima tahun kemudian,bangunan Gereja Katolik Babagan
Cianjur menjadi gereja permanen setelah
mengalami beberapa kali pemugaran.
Pada
tahun 1981 Pastor J.Corstjen OSC digantikan oleh Pastor Hardjosoebroto OSC.
Pastor Hardjo banyak melakukan penataan dan pembenahan umat.Mulailah dibentuk
Dewan Pastoral,PGAK,dan WK.Pada tahun 1982 MGR.Arntz OSC mengizinkan Pastor
Hardjo untuk membeli rumah di JL.Sedap Malam 10 sebagai Pastoran.Pada tahun
yang sama pada tanggal 21 November secara resmi rumah di Jl.Sedap Malam 10
dijadikan Pastoran.Peresmian pastoran sekaligus sebagai peresmian Stasi
Karawang menjadi Paroki,sehingga Peringatan Kristus Raja Semesta Alam menjadi
Hari jadi Paroki Karawang.
Pada
awal tahun 1990 masyarakat sekitar gereja tidak menghendaki adanya tempat
ibadah orang Katolik di tempat itu.Mereka melayangkan surat protes atas
keberadaan gereja.Pada masa Adven 1993 terjadi gangguan terhadap kelangsungan
gereja.Umat yang hendak ke gereja dihalang-halangi.
Karena
situasi yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan perayaan Ekaristi,maka
setelah Pekan Suci tahun 1994 perayaan Ekaristi dipindahkan ke kompleks sekolah
Yos Sudarso,Jalan Belakang Pasar 14.
Tahun
1990-1994 inilah tahun-tahun perjalanan berat Grereja Katolik Kristus Raja Karawang.
Perjalanan waktu yang diwarnai perlakuan diskriminatif oleh
pemerintah,penolakan dan gangguan warga sekitar gerja,dan perjuangan berat
untuk terus bertahan hingga mendapatkan hak dan pengakuan semestinya.
Melalui
perjalanan perjuangan berat dan panjang,
dan dengan bantuan pemerintah pusat ,pada tahun 1994 izin mendirikan bangunan
di Babakan Sananga untuk gereja dikeluarkan oleh Bupati Karawang,Bapak Sumarno
Sumardi .
Pada
tahun ini juga dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Kristus
Raja Karawang.Setelah pembangunan pagar keliling dan bangunan gereja sementara
selesai,perayaan Ekaristi hari Minggu dipindahkan lagi dari kompleks sekolah
Yos Sudarso ke jalan Parahyangan 45.
Pembangunan
gereja dan kehidupan menjemaat berlangsung terus hingga pada tanggal 23
November 1996 pada peringatan Kristus Raja,bangunan gereja yang baru diresmikan
oleh Sekwilda Kabupaten Karawang dihadiri oleh pejabat daerah Tingkat II
kab.Karawang,Wakil MUI,dan dikemudian hari diberkati oleh Uskup Agung
Bandung,MGR.Alexander DJajasiswaja Pr.
Dengan
berbagai upaya dan usaha,pada pesta Kristus Raja tahun 1998,aula st.Agustinus
dan Pastoran diberkati oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Bandung Pastor Markus
Priyo Kushardjono OSC.Lengkaplah kompleks bangunan Paroki Kristus Raja
Karawang.
Sejak
tahun 1998 perkembangan umat dan perkembangan sarana terus bertambah. Tahun
2013 pada usianya yang ke- …. Paroki Kristus Raja Karawang, semakin memantabkan
pelayanan dengan dukungan Gedung Gereja, Gazebo,Gedung St. Agsutinus,Balai
Pengobatan “Kurnia Asih”, Kantin, dan
area parkir yang lebih luas. Semua ini adalah sarana untuk mewartakan Injil,berkarya
nyata dalam menebarkan keselamatan.
Dengan
berkat Allah Gereja Katolik Kristus Raja semakin memantapkan eksistensinya, dan
biarlah tetap Kristus Yang Merajai hati setiap umat .
Subscribe to:
Posts (Atom)

